Andai, Chairil Anwar adalah Aku



Jemariku perlahan menari
Seirama rasa, yang terkurung dalam sanubari

Tercurah, tumpah
Melalui tinta
Diatas secarik kertas, putih tak bernoda

Aku bernyanyi lewat kata
Dengan bayangmu sebagai nada
Sekedar melipur lara, yang lama berduka

Hampa
Tanpa gaung mencoba menyapa
Kala senyum telah jadi candu
Ketiadaannya menyisakan Rindu

Tentu saja ini tentang kamu
Yang perlahan menyusup, hingga kini separuhku

Andai, Chairil Anwar adalah Aku
Telah tercipta sejuta puisi
Hanya Tentang kamu dan Rinduku.


Komentar

  1. Sekilas tentang rinduu. ia rindu yang masih terkurung dalam ruang sanubarii. Menanti waktuu sang pemilik hati kembali databg untuk berumsua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi sekarang lagi bertarung mlwan waktu πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
  2. Kamu, kopi dan rinduπŸ˜πŸ˜€

    Seruput_kopi

    BalasHapus
  3. Yap. Kopi jadi penawarnya bro ����

    BalasHapus
  4. Sembari raga terus merindu melawan waktu namun jarak seakan menguasainya...semangat terus kk

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PADA SURYA DI LANGIT SENJA, AKU TITIPKAN

KATA TANPA RASA