Andai, Chairil Anwar adalah Aku
Jemariku perlahan menari Seirama rasa, yang terkurung dalam sanubari Tercurah, tumpah Melalui tinta Diatas secarik kertas, putih tak bernoda Aku bernyanyi lewat kata Dengan bayangmu sebagai nada Sekedar melipur lara, yang lama berduka Hampa Tanpa gaung mencoba menyapa Kala senyum telah jadi candu Ketiadaannya menyisakan Rindu Tentu saja ini tentang kamu Yang perlahan menyusup, hingga kini separuhku Andai, Chairil Anwar adalah Aku Telah tercipta sejuta puisi Hanya Tentang kamu dan Rinduku.