Sudah lama… Sejak terakhir kali kutuangkan rasa, Ke dalam goresan tinta. Kini jari-jemari perlahan kaku, Seperti jiwa yang kehilangan bahasa. Namun, Sejak kepergianmu, Dada ini penuh sesak— Bagai lahar yang bergolak, Tak lagi tahan berdiam di perut bumi. Kehilangan, kerinduan, penyesalan— Semua berpadu menjadi satu. Dalam kekakuan, Tak lagi tergores tinta Hanya air mata. Kau indah dalam tuturmu, Kau indah dalam lakumu. Kau indah dalam senyummu, Kau indah dalam tawamu, Keindahan itu, sempurna bersemayam dalam dirimu. Begitu indah… membayangkan hadirmu dalam hidupku, Betapa pedih… menyadari keindahan itu telah jauh dariku. (RD)