Menunggu tanpa kepastian, memang melelahkan
Hari ini benar-benar melelahkan, bukan karena banyak hal-hal berat yang saya lakukan, saya hanya duduk diam diatas bangku panjang yang terletak disudut ruangan, namun terasa berat karena saya duduk sambil menunggu. Menunggu itu memang sangat melelahkan, apalagi menunggu tanpa ada kepastian 😂😂.
Ini sedikit kisah, ketika hari ini saya datang ke Disdukcapil untuk mengambil Kartu Keluarga(KK) yang sudah diurus sejak 2 tahun lalu. Ya 2 tahun lalu, tepatnya tahun 2017.
Pada saat itu saya diberikan sebuah slip registrasi, agar dibawa satu bulan kemudian saat pengambilan KK tersebut. Namun sialnya, slip itu menghilang entah kemana tanpa meninggalkan satupun pesan, mungkinkah ia telah jatuh ke pelukan orang lain?
Hahahah, Itu hanya pikiran bodohku saja 😂😂😂.
Entah setan apa yang sedang merasukiku, hingga saat ini saya baru sadar untuk mengambil surat penting tersebut.
Datanglah saya ke loket pengambilan KK di disdukcapil, "mana slipnya?" tanya petugas, "hilang" jawabku singkat.
Dengan raut muka yang sedikit kesal, dan terlihat lebih pahit dari bunga pepaya 😂, ia memintaku menulis nama lengkap pada secarik kertas. Lalu ia memintaku untuk duduk sambil menunggu petugas lainnya mencari dan mengambil KK tersebut.
Tak lama kemudian namaku dipanggil, karena pada selembar kertas tadi hanya ada nama, tanpa tanggal pengurusan seperti yang terdapat dalam slip, pertugas bertanya lagi "dari kapan Urus ini ?"
"Agustus 2017" jawabku. Dengan wajah yang makin kesal ia berkata "dimana saja selama 2 tahun, kenapa tidak datag ambil, berkas-berkas itu sudah tidak ada lagi" Ah sial pikirku. Saya pun bertanya bagaimana solusinya, ia pun memintaku untuk mengurus ulang dari awal.
Pikiranku tiba-tiba blank, bagaimana bisa urus ulang sedangkan semua berkas-berkas persyaratan yang dibutuhkan untuk mengurus KK tersebut sudah sy masukan ke dinas tersebut dan tidak ada yang tersisa di tangan saya, termasuk salah satunya surat pindah penduduk dari Sumba, saya tidak mungkin kembali ke sumba lagi untuk mengurus surat tersebut.
Saya pun menyampaikan keberatan saya pada petugas tersebut, ia pun meminta saya untuk bertemu dengan seorang staf yang berurusan dengan Kartu Keluarga.
Saya pun menyampaikan keberatan yang sama pada staf tersebut, staf itu pun meminta saya untuk bertemu dengan operator yang bertugas mencetak KK tersebut, namun saya diminta untuk menunggu sebentar, karena operator tersebut sedang keluar. Ia pun menyampaikan ciri2 operator tersebut, menggunakan pakaian dinas, dengan jaket menutupi pakaian dinas tersebut.
Sesekali beberapa pegawai dengan pakaian dinas dan jaket lewat, dengan hati yang sedikit bahagia, saya berharap pegawai-pegawai tersebut adalah operator , namun ternyata ia bukanlah operator yang dimaksud.
Mata sayapun bergerak tak tau arah sambil melihat dan menunggu operator yang dimaksud. Setelah 2 jam melakukan hal yang membosankan akhirnya operator tersebut tiba. Saya pun bertemu dengannya lalu menyampaikan keluh kesah.
tentu saja keluh kesah yang saya sampaikan berkaitan dengan pengurusan KK tersebut, bukan keluh kesah tentang Dia yang sudah pergi namun masih hilang muncul dalam bayangan 😂😂😂😂. Nanti saya dikira alay 😁😁😁.
Namun sama seperti petugas di loket tadi, ia sedikit kesal, karena saya baru datang setelah dua tahun.
Mungkin kedatangan saya terlalu ditunggu-tunggu oleh pegawai disdukcapil, hingga mereka begitu kesal karena terlalu lama menunggu 😁😁😁.
Baiknya, operator tersebut tetap melayani saya 😂, hingga akhirnya masalah pun terselesaikan, pikiran saya yang tadinya terobrak-abrik pun sedikit lebih tenang. saya diminta menunggu sedikit lagi hingga KK tersebut dicetak.
Jam dinding pun menunjuk angka 3, semua warga yang mempunyai urusan disini pun perlahan mulai bergegas untuk pulang, begitu juga dengan pegawai disini yang mulai menutup loketnya masing-masing.
Hingga akhirnya, ruangan ini benar-benar sepi, hanya saya yang masih tersisa di sudut ruangan yang cukup luas tersebut.
Mentari pun sampai di ufuk barat, tanda bahwa sedikit lagi gelap akan tiba, jarum jam menunjuk angka 4, Operator tersebut akhirnya datang menemuiku, dengan hati yang gembira dan wajah yang berseri-seri seperti seorang yang baru jatuh cinta 😁, saya pun berdiri dengan semangatnya sambil berharap KK tersebut sudah jadi, namun apa yang terjadi tak terbayangkan , "besok saja e adi, baru datang ambil" kata operator tersebut.
Ah sial, inikah ini yang namanya menunggu tanpa ada kepastian?
Menunggu tanpa ada kepastian memang benar-benar melelahkan.
Komentar
Posting Komentar