Ayah, surat cinta ini untukmu
Sore itu, aku sementara duduk menikmati segelas kopi di kos-kosan temanku. Kos temanku ini memang menjadi saksi bisu dari setiap rasa yg kami alami selama menimba ilmu di perguruan tinggi. Kami biasa menyebutnya Base Camp. Beberapa saat terdengar dering dari telepon genggamku, nama yg tak asing sedang menelponku. Ya, Dia Ayahku. Aku mengangkat telepon itu, dan pembicaraan pun dimulai. Seperti biasanya, ia bertanya "bagaimana kabar?" "Aman bapak" jawabku singkat. Lalu sampailah pada suatu momen dimana Ia melancarkan satu serangan padaku lewat pertanyaan "kapan ujian skripsi?". Sama seperti Ayah lainnya yang ingin segera melihat anaknya menggunakan toga, ia pun begitu. "Hahhaa" aku sedikit tertawa dan dengan pikiran nakalku mulai mencari-cari alasan untuk sekaligus Melancarkan serangan balik padanya. "Saya belum punya Jas untuk ujian bapak", serangan balik pun telah kulancarkan sembari berharap ia menjawab "sedikit l...