Andai, Chairil Anwar adalah Aku
Jemariku perlahan menari
Seirama rasa, yang terkurung dalam sanubari
Tercurah, tumpah
Melalui tinta
Diatas secarik kertas, putih tak bernoda
Aku bernyanyi lewat kata
Dengan bayangmu sebagai nada
Sekedar melipur lara, yang lama berduka
Hampa
Tanpa gaung mencoba menyapa
Kala senyum telah jadi candu
Ketiadaannya menyisakan Rindu
Tentu saja ini tentang kamu
Yang perlahan menyusup, hingga kini separuhku
Andai, Chairil Anwar adalah Aku
Telah tercipta sejuta puisi
Hanya Tentang kamu dan Rinduku.
Sekilas tentang rinduu. ia rindu yang masih terkurung dalam ruang sanubarii. Menanti waktuu sang pemilik hati kembali databg untuk berumsua.
BalasHapusJadi sekarang lagi bertarung mlwan waktu ππππ
HapusKamu, kopi dan rinduππ
BalasHapusSeruput_kopi
Yap. Kopi jadi penawarnya bro ����
BalasHapusSembari raga terus merindu melawan waktu namun jarak seakan menguasainya...semangat terus kk
BalasHapus